ANGGRAENI DWI RETNOSARI : PENDIDIKAN DI KABUPATEN CILACAP TIDAK BOLEH PADAM DEMI KECERDASAN ANAK BANGSA

 

img 20201206 wa0029

CilacapBanyumaspos.com

Adanya Pandemi covid-19, mengakibatkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, khususnya di wilayah Kabupaten Cilacap menjadi terhenti. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penularan covid-19 di sekolah.

Namun, hal tersebut tidak menyulutkan niat seorang guru muda nan cantik Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kabupaten Cilacap, Anggraeni Dwi Retnosari, Spd (45) untuk tetap mengajar anak didiknya meskipun tidak melalui tatap muka di Sekolah.

Saat ditemui, Senin (07/12/2020), Guru Sekolah Dasar (SD), Anggraeni Dwi Retnosari mengatakan, di tengah situasi Pandemi Covid-19 ini, dirinya mengajar para anak didiknya melalui sistem “Luring” atau Luar jaringan.

“Para Guru kooperatif dengan menemui siswa langsung untuk melakukan kegiatan belajar secara berkelompok,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem “Luring” atau Luar jaringan dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti dan anak didik tetap mendapat pelajaran guna kelangsungan pendidikan mereka.

“Saya merasa prihatin dengan situasi Pandemi covid-19 yang berkepanjangan ini dan berjalan kurang lebih delapan bulan, namun tak kunjung usai sehingga berdampak pada proses belajar mengajar,” ungkap Anggraeni Dwi.

Lebih lanjut, imbas yang dirasakan para anak didik adalah kurangnya penyerapan pelajaran karena sekolah terhenti sehingga “Luring” ini sangat diperlukan. Namun dirinya juga tidak menyalahkan karena semua ini memang situasi dan kondisi yang harus dimengerti oleh semua pihak.

img 20201206 wa0020

Menurutnya pendidikan khususnya di Kabupaten Cilacap tidak boleh padam dan harus tetap berjalan demi kecerdasan anak bangsa. Selain itu, pendidikan merupakan modal utama guna kemajuan bangsa itu sendiri.

“Saya merasa berkewajiban untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, oleh karenanya pengabdian saya sebagai guru harus saya lakukan dengan baik, ikhlas dan penuh tanggung jawab,” tegas Anggraeni Dwi.

Dia merespon positif adanya program “Guru Bergerak” yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui Kemendikbud dan sebagai guru, tentunya ikut serta berperan aktif mengikuti program tersebut. “Guru penggerak, itu salah satu jawaban yang tepat,” ujar Anggraeni Dwi.

Sebelumnya, ia dan beberapa guru lain dari tingkat TK hingga SMA/SMK di Cilacap sudah mengikuti diklat pelatihan guru penggerak yang diselengarakan melalui online.

“Saya berharap dengan adanya sistem belajar mengajar saat ini, para anak didik dapat mengikuti pelajaran dengan aman dan nyaman serta anak diminta untuk kreatif dan inovatif tanpa ada unsur paksaan seperti pemikiran pahlawan pendidikan “Ki Hajar Dewantoro,” pungkasnya.

Anggaeni Dwi Retnosari sendiri sedang melanjutkan pendidikan S2 dan masuk Golongan 4A. Ibu dua anak kelahiran Kebumen 13 Mei 1975 ini memiliki hobby traveling.

Sebagai guru, dirinya tidak merasa puas dengan terus berinovasi dalam mengabdi di dunia pendidikan demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Cilacap salah satunya dengan IT yakni Geoglement Virtual melakukan diskusi dan tanya jawab.

 

“Pesan saya kepada rekan-rekan guru agar tetap bersemangat mengajar di tengah situasi Pandemi covid-19 dan kedepan untuk lebih meningkatkan kompetensi guru serta bisa menggunakan IT agar tidak ketinggalan jaman sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai,” ucap Anggraeni Dwi. (Gal)

Next Post

KPU Gelar Debat Publik Pilbup Ngawi Putaran Kedua

Ming Des 6 , 2020
NGAWI – Banyumaspos.com KPU Kabupaten Ngawi akan menggelar debat publik […]
img 20201206 173154