Aksi Penggundulan dan Viral Zero Pasien Covid-19 Di Kebumen Dianggap Skenario

img 20200614 wa0036

Kebumen—(Banyumas Pos)

Kebumen sedang viral-viralnya penggundulan alias kepala dibotakin pada hari Jumat 22/06/2020 tapi sayang masih banyak PR yang belum selesai untuk Covit-19 di Kebumen ini yang dianggap sudah ZERO dari Covid-19.Apakah karena ingin cepat-cepat dianggap kota yang sudah terbebas dari Covid-19 atau hanya skenerio saja ?

Koordinator Humas Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kabupaten Kebumen Cokroaminoto Minggu 14/06/2020 mengeluarkan rilis perkembangan ODP yang masih dalam pemantauan 217,PDP yang masih dalam pengawasan 19 orang, dan Pasien Positif Covid-19 bertambah 1 orang berinisial DAR (56) L / Rujukan Lab dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen.Diperkirakan index kasus atau sumber penularan dari pasangan suami istri dari Jakarta berstatus OTG yang telah sembuh, namun sempat menularkan. Penyelidikan epidemiologi (PE) akan dilanjutkan di RSDS Kebumen.

Inilah yang terjadi disaat sudah syukuran dan menganggap kota Kebumen sudah Zero pasien Covid-19

PR yang belum terselesaikan pun masih dikerjakan dan belum selesai.Protokol kesehatan masih berlaku di Kebumen dan masyarakat juga harus mengikuti himbauan pemerintah untuk menjaga kesehatan,tapi sayangnya dengan ada nya pembotakan atau penggundulan kepala sebagai unjuk rasa syukur bahwa Kebumen yang sudah New Normal dan Zero pasien Covid-19 masyarakat juga ikut bahagia dan sehingga merasa sudah aman,nyaman dan sampai-sampai masyarakat lupa dengan protokol kesehatan yang seharusnya keluar mengunakan masker pun juga tidak dihiraukannya.

Apakah saking gembiranya dan kesusunya untuk melakukan pembotakan kepala atau karena lain ?ini yang menjadi pertanyaan.

Wakil Ketua DPRD dari Partai Golkar Kabupaten Kebumen Yuniarti Widayaningsih pun angkat bicara dengan adanya kejadian ini,saya sudah adu argument dengan Bupati terkait New Normal, sangat menyayangkan dan terlalu over Confidence.
Dan Gugus Tugas terlalu dini skenario New Normal dengan aksi penggundulan.

Dan sangat memalukan saat itupun Direktur RSUD ikut aksi gundul padahal di dalam RSUD masih ada PDP 5 orang yang sedang menunggu Swab,jelas Yuniarti.
(Lia)

Next Post

DIMULAINYA PEMBANGUNAN LANTAI II MUSHOLLAH AL MUHAJIRIN DENGAN PEMASANGAN KUBAH

Sen Jun 15 , 2020
Banyumas Pos, Jakarta Seiring meningkatnya jumlah jamaah Mushollah Al Muhajirin […]
img 20200615 wa0002