AKSI DEMO WARNAI TAHAPAN PENYELESAIAN SENGKETA PILKADES DI KECAMATAN CIBEBER

img 20200305 wa0000

img 20200305 wa0002

img 20200305 wa0001

AKSI DEMO WARNAI TAHAPAN PENYELESAIAN SENGKETA PILKADES
DI KECAMATAN CIBEBER

CIANJUR (Banyumas Pos)

Tahapan penyelesaian sengketa hasil Pilkades serentak di kecamatan Cibeber digelar di kantor Kecamatan Cibeber Rabu 05/04/30.

Camat Cibeber Ali Akbar didampingi Kapolsek Cibeber AKP Jony WB dan Danramil Cibeber memimpin pertemuan pembahasan penyelesaian sengketa hasil Pilkades serentak di wilayah kecamatan Cibeber, laporan gugatan hasil Pilkades datang dari lima desa yaitu masing masing Desa Cihaur,Desa Cisalak,Desa Cipetir, Desa Sukamanah dan Desa Kanoman,yang kebanyakan gugatan ditujukan kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) atas kinerja mereka selama menyelenggarakan pencoblosan di TPS dan ada juga tentang kecurangan kades pemenang Pilkades

Ali Akbar ketika ditemui Banyumaspos.com sesaat  setelah selesai pertemuan mengatakan “ada beberapa gugatan sengketa pilkades dari para calon kepala Desa di lima desa, alhamdulillah sampai hari ini kami sudah menyelesaikan
Ada satu desa Kanoman yang sudah selesai mendapatkan kesepakatan,desa Cihaur kemungkinan maju ke PTUN begitupun desa Cisalak dan Cipetir namun untuk desa Sukamanah hari ini penggugat tidak hadir dan akan kita tunggu besok untuk yang terakhir kalinya dan kalau tidak hadir sesuai dengan Perbub gugatan akan dinyatakan batal” ungkap Ali.

Sebagian para calon penggugat merasa kurang puas dengan keputusan Camat yang hanya merekomendasikan untuk dilanjutkan ke PTUN padahal mereka berharap akan ada kesepakatan terjadi di tingkat kecamatan untuk gugatan mereka setelah sebelumnya di tingkat PPKD/Desa tidak membuahkan hasil.

Seperti diungkapkan salah satu calon penggugat dari desa Cihaur Calon no urut 01 yang diwakili oleh Timses Tris Sutrisno mengungkapkan ” setelah di tingkat desa tidak bisa memutuskan tadinya kami berharap musyawarah di tingkat kecamatan akan bisa memutuskan gugatan kami, namun ternyata hasilnya sama tidak ada solusi,padahal kami calon no urut 01 sudah menyertakan bukti tanda tangan masyararakat,alim ulama dan Tokoh masyarakat beserta bukti bukti kecurangan yang terjadi seperti jumlah DPT tidak sama dengan C6 yang masuk juga ada warga di bawah umur ikut mencoblos, untuk itu kami meminta untuk dilakukan pemilihan ulang di desa Cihaur, namun camat hanya merekomendasikan untuk maju ke PTUN, intinya kami kecewa” ungkap tris dengan kesal.

Dalam pertemuan musyawarah di kantor kecamatan ketua PPKD desa Cihaur tidak hadir sehingga musyawarahpun tidak terjadi dengan baik ini menimbulkan aksi demo oleh para pendukung no urut 01 yang sempat membuat panas suasana didepan kantor kecamata Cibeber saat itu.Kapolsek Cibeber AKP Jony WB beserta jajaran anggotanya terlihat sigap menenangkan para pendemo,
Ketika di temui banyumaspos.com Akp Jony WB mengatakan ” itu hanya riak riak sedikit pada umumnya wilayah kecamatan Cibeber masih kondusif” tegasnya ketika ditanya tentang pengamanan pilkades di wilayah kecamatan Cibeber.

Berbeda halnya dengan calon penggugat dari desa Cisalak calon no urut 03 Deden Hardeni yang menanggapi musyawarah yang di laksanakan dengan dingin ” saya sudah prediksi bahwa gugatan akan berakhir di PTUN karena dasarnya saya dalam hal ini gugatannya masalah prinsip bukan kecurangan lawan calon lainnya, yang itu mah masuk ke ranah pidana, saya mengacu pada permendagri tentang penyelenggaraan pemilu dan perbub tentang Pilkades dimana keduanya mengatur tata cara penyelenggaraan pemilu/pilkades salah satunya adalah kesiapan panitia penyelenggara, dalam kasus yang saya alami saya mengajukan pemilihan tambahan bagi DPT yang sudah menyerahkan C6 di TPS III dusun Cisalak Hilir, dimana mereka mengurungkan niat nyoblosnya di TPS tersebut karena sudah merasa kelelahan setelah menunggu berjam jam untuk dipanggil dengan tempat penyelenggaraan pencoblosan yang tidak representatif menambah suasana tidak nyaman. karena itulah saya simpulkan adanya ketidakcakapan panitia dalam penyelenggaraan pilkades khususnya di TPS III dimana saya yakini sisa DPT yang tidak terpanggil 86 orang adalah 90% adalah suara pemilih 03. Saya dari proses pertama gugatan di tingkat Desa sampai hari ini di tingkat Kecamatan ditujukan kepada Panitia Pilkades desa Cisalak untuk meminta pemilihan tambahan, dan hari ini tidak selesai di tingkat kecamatan dan oleh Camat di rekomendasikan ke PTUN dan DPMD atas gugatan saya saya sudah siap” ungkapnya.

Seperti yang telah diberitakan banyumaspos.com pada berita sebelumnya http://banyumaspos.com/diduga-panitia-pilkades-cisalak-tidak-cakap-sehingga-mengakibatkan-hilangnya-suara-pemilih-calon-no-urut-03-akan-adukan-ke-ptun/ Deden Hardeni menggandeng kuasa hukumnya dari Kantor Advokat IFR Jakarta yang siap menyelesaikan kasus gugatannya sampai ke PTUN. (Red.taufik winata)

Next Post

TK ISLAM BALQIST GELAR SOSIALISASI PENINGKATAN KEWASPADAAN TERHADAP RESIKO PENULARAN INFEKSI COVID 19 ( VIRUS CORONA )

Kam Mar 5 , 2020
TK ISLAM BALQIST GELAR SOSIALISASI PENINGKATAN KEWASPADAAN TERHADAP RESIKO PENULARAN […]
img 20200305 wa0003