Ajang Proses Dalam Hukum 6 Lawyer Dipersiapkan Untuk Melawan Wakil Bupati Kebumen Di Pengadilan

img 20200329 wa0023

img 20200329 wa0024

Ajang Proses Dalam Hukum 6 Lawyer Dipersiapkan Untuk Melawan Wakil Bupati Kebumen Di Pengadilan

Kebumen—(Banyumas Pos) Jumat 20/03/2020,Ditengah upaya pencegahan penyebaran virus corona di Kebumen, perhatian publik sedang dihadapkan dengan sebuah konflik unggahan salah satu akun media sosial bernama S Sugiarto Arakani’s yang dianggap menyebarkan berita hoaks mengenai penerapan status lockdown di Kebumen.

Sontak saja, Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 membantah ihwal informasi tersebut. Arif menilai, muatan konten yang diunggah itu merupakan informasi tidak benar adanya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk melapor ke SPKT Polres Kebumen pada Kamis (26/3) karena dianggap meresahkan masyarakat.

Berikut konten postingan yang menjadi dasar Arif sabagai bahan laporan ke aparat kepolisian. “HARI INI JAM 12.30 SELURUH AREA KEBUMEN KOTA WAJIB LOCKDOWN. TIDAK ADA ALASAN APAPUN HARUS LOCKDOWN (DPP PATRIOT NUSANTARA)” seperti ditulis akun S Sugiarto Arakani’s.

Berselang beberapa waktu, akun serupa juga menyebut dalam postingan, bahwa ada satu warga yang merupakan pemilik toko di pusat Kota Kebumen meninggal akibat terjangkit virus corona. Pemilik akun tersebut menegaskan semua itu terjadi karena kelambatan Gugus Tugas dalam penanganan Covid-19 di Kebumen.

Menyikapi laporan itu, Sujud Sugiarto yang diketahui sebagai pemilik akun tidak tinggal diam. Merasa tidak terima atas apa yang dituduhkan oleh Ketua Gugus Tugas, pria yang dikenal tajam dalam mengkritik kebijakan pemerintah itu lantas mendatangi sekretariat Kebumen Lawyer’s Club (KLC) di Perum Griya Muslim Kebumen Jalan HM Sarbini 128 Kebumen guna meminta pendampingan hukum.

Hari ini beliau datang dalam rangka menunjuk kami untuk mendampingi, dan dari kami menyiapkan enam lawyer,” kata Ketua KLC, Teguh Purnomo didampingi Bidang Advokasi Umi Mujiarti, Jumat, 27 Maret 2020.

Dikatakan Teguh, Sujud Sugiarto telah memberikan mandat kepada KLC dalam hal pendampingan proses hukum baik pada tahap penyidikan hingga persidangan di pengadilan nanti.
Prinsipnya beliau meminta agar proses hukum berjalan setegak-tegaknya. Maunya bertemu di pengadilan, justru ini ajang dalam proses hukum,” terangnya.

Terdapat beberapa faktor yang mendorong KLC bersedia mendampingi dalam menjalani proses hukum Sujud Sugiarto. Salah satunya, kata Teguh, dalam kasus ini Wakil Bupati yang notabene sebagai pemimpin atau pejabat publik hendaknya mau menerima kritik maupun masukan masyarakat meskipun melalui akun media sosial. Namun demikian, menurut Teguh apa yang disampaikan itu justru dimaknai merupakan suatu pelanggaran hukum.

Bukan malah terus melakukan upaya untuk menindaklanjuti atau mengakomodir apa masukan dari publik ini. Jadi instrumen hukum ini digunakan oleh Wakil Bupati membuat orang melakukan kritik itu menjadi takut. Kita berharap pemerintah tidak seperti itu,” pungkasnya. (Lia)

Next Post

Bijaklah Bermedsos,Postingan Yang Belum Tentu Benar,Dibagikan,Menjadi Bumerang,Karena Itu Hoax

Ming Mar 29 , 2020
Bijaklah Bermedsos,Postingan Yang Belum Tentu Benar,Dibagikan,Menjadi Bumerang,Karena Itu Hoax Kebumen–(Banyumas […]
img 20200329 wa0025